Saya akan mengatakan kepada para fans bahwa lolos ke Piala Dunia itu tidak bisa terjadi dalam satu malam. Itu membutuhkan 36 tahun untuk bisa melangkah ke sana
Jakarta (KABARIN) - Pelatih anyar timnas Indonesia John Herdman menegaskan dirinya tidak gentar menghadapi tekanan besar saat menangani skuad Garuda. Hal itu ia sampaikan dalam jumpa pers perdananya yang digelar Selasa di Hotel Mulia, Jakarta.
"Iya, tekanan itu sebuah keistimewaan. Anda datang ke sebuah organisasi, Anda memimpin sebuah tim, lalu Anda juga memikul negara ini," kata Herdman.
Menurut pelatih asal Inggris tersebut, tekanan tidak selalu identik dengan beban. Ia justru melihatnya sebagai peluang untuk mengubah ekspektasi publik menjadi dorongan positif bagi tim, terutama lewat dukungan para suporter.
"Sekarang, itu bisa jadi sebuah kutukan atau sebuah anugerah. Kita akan mengoptimalisasikan itu menjadi sebuah anugerah untuk kita semua. Akan jadi sebuah kesempatan yang besar jika saya melanjutkannya dan memberikannya kepada para pemain," ujar Herdman.
Ia mengaku sudah terbiasa dengan situasi penuh tekanan ketika menangani tim nasional. Herdman menyebut momen membawa sebuah negara lolos ke turnamen besar selalu menjadi pengalaman yang berkesan baginya.
"Ketika sebuah negara terhenti dan lolos untuk pertama kalinya, saya menikmati momen itu. Jadi, saya paham akan hal itu. Saya akan mengatakan kepada para pemain bahwa tekanan itu sebuah anugerah. Kita akan mendengar para fans, kita akan menggunakan energi mereka," katanya.
Timnas Indonesia sebelumnya gagal melaju ke Piala Dunia 2026 setelah dua kali kalah dari Arab Saudi dan Irak pada babak kualifikasi putaran keempat. Hasil tersebut membuat kontrak Patrick Kluivert diputus setelah sekitar 10 bulan menjabat sebagai pelatih.
Peluang Indonesia untuk tampil di Piala Dunia berikutnya masih terbuka empat tahun lagi pada edisi perayaan 100 tahun yang digelar di Maroko, Portugal, Spanyol, Uruguay, Argentina, dan Paraguay.
Meski begitu, Herdman menegaskan bahwa mimpi tampil di Piala Dunia tidak bisa diraih secara instan. Ia mencontohkan pengalamannya bersama Kanada yang butuh waktu panjang sebelum akhirnya tampil di Piala Dunia 2022.
"Saya akan mengatakan kepada para fans bahwa lolos ke Piala Dunia itu tidak bisa terjadi dalam satu malam. Itu membutuhkan 36 tahun untuk bisa melangkah ke sana," kata Herdman.
Menurutnya, Indonesia sudah membuat langkah besar dan kini tinggal melanjutkan proses tersebut dengan konsisten. Tekanan yang ada justru akan menjadi kompas untuk terus bergerak ke arah tujuan.
"Itulah mengapa saya datang ke sini, sebuah kesempatan yang di mana menjadi alasan saya bangun dari kasur saya tiap hari," tutup Herdman.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026